Jakarta, 25 November 2025 — Pasar komponen Personal Computer (PC) saat ini menghadapi situasi yang menantang. Harga RAM dan storage dilaporkan mulai merangkak naik dan diprediksi akan terus menanjak hingga tahun depan. Fenomena kenaikan harga ini diyakini sebagian besar disebabkan oleh peningkatan permintaan global terhadap teknologi Artificial Intelligence (AI).
Baca Juga : Pembaruan Strategi PDIP Jatim: Politik Berbasis Data Empiris dan Keberpihakan Nyata
Bagi konsumen yang berencana untuk melakukan upgrade atau merakit PC baru, penundaan mungkin menjadi opsi terbaik mengingat ketidakstabilan harga di pasaran.
Prioritas Produksi Bergeser ke High Bandwidth Memory (HBM)
Kenaikan harga ini secara langsung terkait dengan kebutuhan pusat data AI yang masif akan High Bandwidth Memory (HBM). HBM, yang merupakan jenis memori khusus dengan kinerja sangat tinggi, menjadi komponen krusial dalam akselerasi beban kerja AI yang membutuhkan pemrosesan data paralel dalam jumlah besar.
Produsen memori global terkemuka, seperti Samsung dan Micron, kini dilaporkan memprioritaskan lini produksi mereka untuk HBM, yang dianggap jauh lebih menguntungkan secara marjin dibandingkan memori konvensional (DRAM) yang digunakan pada PC. Pergeseran fokus produksi ini mengakibatkan dampak berantai, yaitu:
- Kelangkaan Stok DRAM: Pasokan DRAM untuk PC menjadi terbatas.
- Kenaikan Harga: Kelangkaan stok memicu lonjakan harga yang signifikan.
Volatilitas Harga di Tingkat Ritel
Ketidakpastian pasokan telah menciptakan volatilitas harga yang ekstrem di tingkat pengecer. Laporan dari berbagai toko komponen PC menunjukkan bahwa harga tidak lagi stabil, bahkan dapat berubah harian.
Sebagai contoh, Central Computers di San Francisco, melalui pengumuman yang dilaporkan oleh Steve Lin di Bluesky dan dikutip The Verge (25/11/2025), menyatakan:
“Harga naik turun setiap harinya karena produsen dan distributor menyesuaikan diri sesuai keterbatasan pasokan dan tingginya permintaan. Oleh karena itu, kami tidak bisa menampilkan harga tetap untuk saat ini.”
Situasi serupa dialami oleh Micro Center, toko elektronik besar di Amerika Serikat, yang menyarankan konsumen untuk menanyakan langsung harga RAM kepada staf. Dampak kenaikan ini juga terlihat jelas pada platform e-commerce. Sepasang RAM DDR5 64GB merek Crucial dilaporkan melonjak harganya dari sekitar USD 150 menjadi lebih dari USD 400 hanya dalam kurun waktu kurang dari dua bulan di Amazon.
Dampak Meluas ke Komponen dan Perangkat Lain
Kelangkaan memori tidak hanya memengaruhi harga RAM PC. Dampak ini diperkirakan akan meluas ke komponen dan perangkat elektronik lainnya:
- Kartu Grafis (GPU): GPU modern membutuhkan VRAM (Video RAM) dalam jumlah besar. Dengan terbatasnya pasokan chip memori, produsen seperti Nvidia dan AMD dilaporkan mempertimbangkan untuk menaikkan harga kartu grafis mereka guna mengimbangi kenaikan biaya produksi dan permintaan yang tetap tinggi.
- Perangkat Konsumen Lain: Kenaikan harga chip memori juga akan memengaruhi harga perangkat konsumen seperti konsol game dan smartphone. Xiaomi sebelumnya telah mengeluarkan peringatan mengenai potensi kenaikan harga ponsel mereka, sementara Microsoft dikabarkan akan menyesuaikan harga jual Xbox Series X akibat lonjakan biaya komponen.
Secara keseluruhan, kebutuhan infrastruktur AI yang semakin ekspansif telah menciptakan tekanan yang signifikan pada rantai pasokan memori global, memaksa konsumen PC dan perangkat elektronik lainnya untuk menghadapi periode harga yang tinggi dan tidak terprediksi.
