Home / Intsernasional / Dari Sosialita Hingga Buronan: Kisah Hidup Victoria Baker-Harber dan ‘Penipu Seni Terhebat’

Dari Sosialita Hingga Buronan: Kisah Hidup Victoria Baker-Harber dan ‘Penipu Seni Terhebat’

Dari Sosialita Hingga Buronan: Kisah Hidup Victoria Baker-Harber dan 'Penipu Seni Terhebat'

Hidup glamor, pesta mewah, dan kekayaan yang tak terbatas. Itulah gambaran kehidupan Victoria Baker-Harber, bintang reality show Inggris Made in Chelsea, bersama pasangannya, Inigo Philbrick. Namun, kehidupan mewah itu berubah drastis setelah Inigo Philbrick, seorang makelar seni ternama, terbongkar sebagai dalang di balik salah satu kasus penipuan seni terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

Baca Juga : Motif Pembunuhan di Blitar Terungkap: Tersangka Cekik Selingkuhan Setelah Cekcok Soal Sperma

Pelarian ke Pulau Terpencil
Dalam sebuah film dokumenter BBC, Victoria membagikan pengalamannya saat mendampingi Inigo menjadi buronan FBI. Alih-alih merasa terpuruk, Victoria justru melihat masa-masa pelarian mereka sebagai sebuah “petualangan”.

Awalnya, mereka terbiasa hidup mewah dengan berpesta di tempat-tempat elite seperti Mykonos dan St. Tropez. Namun, awal tahun 2020 mereka terpaksa melarikan diri ke sebuah pulau terpencil di Vanuatu, Samudra Pasifik.

Victoria mengakui bahwa transisi dari kehidupan mewah ke kehidupan di pulau terpencil sangat mengejutkan. “Hotel pertama yang kami tinggali benar-benar buruk. Lampunya seperti di rumah jagal dan suara nyamuk di mana-mana,” kenangnya. Ia bahkan sempat berpikir, “Ini bukan hidup saya.”

Namun, seiring berjalannya waktu, keduanya mulai beradaptasi. Mereka mengisi hari-hari dengan hal-hal sederhana seperti berenang, bermain tenis, dan memelihara seekor anjing. Victoria melihat perubahan besar pada Inigo. Pria yang dulunya gelisah dan tak bisa lepas dari teleponnya, kini menjadi lebih tenang. “Dia tampak bahagia,” ujar Victoria.

Pengejaran yang Berakhir
Kebahagiaan sederhana itu tidak berlangsung lama. Pada 11 Juni 2020, saat Victoria tengah hamil enam bulan, agen bersenjata lengkap mengepung mereka. Mereka menangkap Inigo di sebuah toko kecil di pulau itu.

“Wajahnya langsung pucat,” Victoria mengenang. Ia sempat mengira Inigo diculik, sebelum akhirnya menyadari bahwa itu adalah operasi ekstradisi yang dilakukan pemerintah AS.

Inigo kemudian diekstradisi ke Amerika Serikat, diadili, dan dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara. Ia juga diperintahkan untuk membayar ganti rugi sebesar US$86 juta (sekitar Rp1,3 triliun), meskipun uang tersebut belum sepenuhnya dikembalikan hingga saat ini.

Kesetiaan di Tengah Kontroversi
Meski pasangannya terbukti bersalah dan dijebloskan ke penjara, Victoria tetap setia. Mereka menikah dalam sebuah upacara sederhana saat Inigo masih dalam pengawasan hukum. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai dua putri, Gaia dan Astra.

“Dia memang bisa disebut kriminal, tetapi siapa yang tidak pernah melakukan sesuatu yang ilegal?” ujar Victoria, membela pasangannya. “Saya tidak akan pernah meninggalkannya menghadapi semua ini sendirian. Dia tetap cinta dalam hidup saya.”

Kisah Victoria dan Inigo menjadi bukti bagaimana kehidupan glamor bisa runtuh dalam sekejap, dan menunjukkan kesetiaan yang tak tergoyahkan meski harus menghadapi skandal besar dan konsekuensi hukum yang serius.

Tag: