Jakarta – Pergerakan nilai tukar mata uang Dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan penguatan tipis terhadap Rupiah pada pembukaan pasar pagi ini, Jumat (28/11/2025). Mata uang utama global ini masih bertahan di kisaran level psikologis Rp 16.600-an.
Berdasarkan data perdagangan dari Bloomberg pada awal pembukaan hari ini, nilai tukar Dolar AS tercatat menguat sebesar 15 poin atau sekitar 0,09% ke posisi Rp 16.651. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan posisi penutupan perdagangan kemarin, Kamis (28/11/2025), yang berada di level Rp 16.648.
Baca Juga : Kasus Kekerasan Seksual di Tol Kunciran: Sopir Taksi Ditetapkan Tersangka, Korban Alami Trauma Mendalam
Dolar AS Bergerak Variatif Melawan Mata Uang Global
Di samping penguatannya terhadap Rupiah, Dolar AS menunjukkan pergerakan yang variatif ketika dihadapkan dengan sejumlah mata uang utama global lainnya. Kinerja Dolar AS cenderung melemah tipis terhadap beberapa mata uang major:
- Euro (EUR): Dolar AS melemah sebesar 0,11% terhadap mata uang tunggal Eropa ini.
- Yen Jepang (JPY): Dolar AS juga melemah tipis sebesar 0,03%.
- Pound Sterling (GBP): Pelemahan serupa terjadi terhadap mata uang Inggris ini, yakni sebesar 0,03%.
Sebaliknya, Dolar AS berhasil menunjukkan penguatan terhadap beberapa mata uang lainnya:
- Dolar Australia (AUD): Dolar AS menguat sebesar 0,03% terhadap Dolar Australia.
- Franc Swiss (CHF): Mata uang Negeri Paman Sam ini menguat sebesar 0,07%.
Sementara itu, pergerakan Dolar AS terhadap Dolar Kanada (CAD) juga tercatat melemah tipis sebesar 0,01%.
Kestabilan Dolar AS di level Rp 16.600-an ini mengindikasikan bahwa pasar valuta asing di Indonesia masih dipengaruhi oleh sentimen global, meskipun tekanan terhadap Rupiah terlihat relatif terkendali pada sesi pembukaan pagi ini. Investor akan terus mencermati data ekonomi AS dan perkembangan kebijakan moneter global yang dapat memengaruhi pergerakan kurs lebih lanjut sepanjang hari perdagangan.
