Di tengah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai rencana pengakhiran operasi militer di Iran dalam kurun waktu dua hingga tiga minggu ke depan, Departemen Pertahanan AS (Pentagon) justru mengambil langkah sebaliknya. Angkatan Udara AS dilaporkan telah menggandakan jumlah armada pesawat serang darat A-10 Thunderbolt II di wilayah Timur Tengah guna memperkuat dukungan bagi pasukan darat.
Laporan yang dirilis oleh New York Times pada Rabu, 1 April 2026, menyebutkan bahwa sebanyak 18 unit tambahan pesawat A-10 telah dikerahkan untuk bergabung dengan skuadron yang sudah bersiaga di kawasan tersebut.
BACA JUGA : Retorika “America First”: Donald Trump Kecam Inggris dan Prancis Terkait Krisis Selat Hormuz
Kapabilitas Teknis A-10 “Warthog”
Pengerahan armada tambahan ini menjadi sinyal serius bagi peningkatan intensitas serangan udara jarak dekat. Pesawat A-10, yang secara populer dikenal dengan julukan “Warthog”, memiliki spesifikasi teknis yang dirancang khusus untuk penghancuran target permukaan:
- Persenjataan Utama: Dilengkapi dengan meriam gatling GAU-8 Avenger 30mm di bagian hidung yang mampu melontarkan 70 butir peluru per detik.
- Karakteristik Terbang: Mampu terbang pada ketinggian rendah dengan kecepatan lambat, memungkinkan pilot melakukan patroli presisi di atas target darat maupun maritim.
- Rekam Jejak Operasional: Sebelumnya telah digunakan secara ekstensif oleh komandan AS untuk melumpuhkan kapal-kapal cepat Iran serta menetralisir posisi milisi pro-Iran di wilayah Irak.
Fokus Strategis: Selat Hormuz dan Pulau Kharg
Analis militer menilai bahwa penambahan kekuatan udara ini bukan sekadar tindakan defensif. Kehadiran A-10 diproyeksikan untuk memberikan perlindungan udara (air cover) bagi pasukan darat AS yang memiliki misi strategis di dua titik krusial:
- Selat Hormuz: Jalur distribusi energi dunia yang menjadi titik sumbat logistik global.
- Pulau Kharg: Pusat infrastruktur dan terminal ekspor minyak utama Iran yang terletak di bagian utara Teluk Persia.
Penguasaan atas Pulau Kharg dinilai menjadi kunci utama Washington untuk melumpuhkan total kemampuan ekonomi Iran di sisa waktu dua minggu yang ditetapkan oleh Gedung Putih.
Jalur Logistik Global
Data pelacakan penerbangan internasional dan pernyataan pejabat Pentagon yang berbicara secara anonim mengungkapkan bahwa gelombang tambahan pesawat A-10 ini sempat melakukan transit di Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Lakenheath, Inggris, sebelum melanjutkan perjalanan ke zona konflik.
Pengerahan ini, yang sebelumnya juga disorot oleh Air & Space Forces Magazine, menunjukkan adanya ketimpangan antara retorika politik “pengakhiran perang” dengan realitas penguatan militer di lapangan. Langkah ini mengindikasikan bahwa Amerika Serikat berupaya menciptakan posisi tawar yang absolut melalui tekanan militer maksimal sebelum benar-benar menghentikan konfrontasi fisik di wilayah tersebut pada pertengahan April 2026 mendatang.