Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali melontarkan kecaman tajam terhadap sejumlah negara sekutu yang dinilai enggan memberikan dukungan militer maupun politik dalam upaya pembukaan kembali Selat Hormuz. Jalur maritim vital tersebut saat ini masih terblokade akibat eskalasi konflik dengan Iran, yang memicu krisis pasokan energi global, termasuk kelangkaan bahan bakar jet.
Melalui unggahan di platform Truth Social yang dilansir oleh News18, Trump secara spesifik menargetkan Inggris dan Prancis atas sikap mereka yang dianggap tidak kooperatif dalam operasi militer di Timur Tengah.
Kritik Pedas Terhadap Inggris Raya
Donald Trump menyatakan kekecewaannya terhadap London yang menolak terlibat aktif dalam konfrontasi langsung dengan kepemimpinan Iran. Ia memberikan pernyataan provokatif bagi negara-negara yang saat ini mengalami kesulitan pasokan bahan bakar akibat penutupan jalur laut tersebut.
“Kepada semua negara yang tidak bisa mendapatkan bahan bakar jet karena Selat Hormuz, seperti Inggris Raya, yang menolak terlibat, saya punya dua saran: pertama, belilah dari AS karena kami memiliki pasokan yang melimpah. Kedua, kumpulkan keberanian Anda, pergilah ke selat itu, dan rebut secara mandiri,” ujar Trump.
Penghentian Bantuan Militer dan Keamanan
Lebih lanjut, Trump memperingatkan bahwa era di mana Amerika Serikat selalu turun tangan menyelesaikan krisis bagi negara lain telah berakhir. Ia menegaskan bahwa negara-negara sekutu harus mulai belajar untuk berjuang demi kepentingan mereka sendiri tanpa bergantung pada intervensi Washington.
“Kalian harus mulai belajar bagaimana berjuang untuk diri sendiri. AS tidak akan ada lagi untuk membantu kalian, sama seperti kalian yang tidak ada untuk kami saat dibutuhkan,” tulis Trump. Ia juga mengeklaim bahwa fase terberat dalam perang melawan Iran telah selesai dan kekuatan militer Teheran telah berhasil dilumpuhkan secara signifikan.
Ketegangan Diplomatik dengan Prancis
Selain Inggris, Prancis juga menjadi sasaran kritik karena kebijakan penutupan ruang udaranya bagi pesawat logistik militer AS yang menuju Israel. Trump menilai langkah Paris sangat menghambat operasi pengiriman perlengkapan militer di kawasan tersebut.
“Prancis tidak mengizinkan pesawat yang menuju Israel dengan muatan militer terbang di atas wilayah mereka. Prancis sangat tidak membantu dalam upaya melenyapkan ancaman di Iran. Amerika Serikat akan mengingat sikap ini,” tegas Trump.
Implikasi Geopolitik Jangka Panjang
Pernyataan Trump ini mencerminkan keretakan yang semakin dalam di internal aliansi NATO dan hubungan transatlantik. Dengan menempatkan posisi tawar energi (penjualan minyak dan gas AS) sebagai solusi di tengah krisis, Trump mempertegas kebijakan luar negeri yang bersifat transaksional.
Sikap “AS akan mengingatnya” dipandang oleh para analis sebagai ancaman terselubung terhadap kerja sama pertahanan dan ekonomi di masa depan. Ketegangan ini diperkirakan akan memaksa negara-negara Eropa untuk mempercepat otonomi strategis mereka dalam hal keamanan dan pemenuhan energi, mengingat kepastian dukungan dari Washington yang kian tidak terprediksi di bawah kepemimpinan Trump pada tahun 2026 ini.
